masa depan terlihat lebih menjanjikan, terbayang akan pensiun hari tua,tunjangan kesehatan, tunjangan keluarga, tunjangan anak dan tunjangan - tunjangan yang lain.
terlalu materialistis mungkin....
tapi udah saatnya untuk kita berpikir realistis...
orang bilang cinta itu tak bisa di beli. dia anugerah illahi yang datangnya pun kita tak sangka...
tapi masa iya kita bisa hidup hanya dengan cinta..???
hanya para pujangga yang mungkin bisa....
lama aku berpisah dengannya. teka teki tuhan siapa yang bisa nebak..
cuma bisa berencana, hasil itu mutlak milik-Nya.
setahun laluu aku dipertemukan dengannya lagi. sebut rifa'i ( samaran ), setelah hampir 4 tahun berpisah ia kembali sebagai orang lain. sesuatu yang sangat kontras dengan mas fa'i 4 tahun lalu. sempet berpacaran dengan beberapa cowok, tak membuatkuku jera. aku yakin semua ini adalah proses..
"assalamu'alaikum..." sapanya mengetuk pintu rumah.
saat itu ibuku sedang ada diteras, jadi ia pastinya ia udah dulu bertemu ma ibu..
" din......da tamu " panggil ibu padaku. diana ( samaran ).
tanpa pikir panjang aku keluar dan *** " mas fa'i dah nunggu aku di depan pintu..
" gmn kabar din ??" tanyanya serambi menyorongkan tangan untuk berjabat denganku..
" baik mas, mas gmn kabar??" balasku serambi menjabat tangnannya..
" kenalin tmnku " katanya karena emg waktu itu ia ajak temen maen kerumah..
" duduk mas.." kataku serambi ngeliatin mas fa'i seolah lum percaya lok dia bakalan datang lagi. udah 4 tahun....
fa'i " din katanya bapak udah.....???"
aku " iya mas, tahun kemarin "
fa'i " mas turut beduka ya..mas tau baru kemarin - kemarin aja. mas bener - bener nda tau.."
aku " iya mas, gapapa kok. bapak udah tenang di sana "
fa'i " kok dirunah aja? nda main - main?? "
waktu itu emang masih dalam suasanan lebaran hari ke 4..
aku " maen kemana mas, orang kemarin udah pada datang kesini. lagian ga da temen yang mau ajak maen.."
"dirumah nemenin ibu, kasihan sendirian..".
hampir 1 jam kita ngobrol - ngobrol tanya kabar, kesibukan dan macam sebagainya.
disela - sela obrlan itu keluar pertanyaan dari mas fa'i, " diana siapa pacarnya sekarang?? "
spontan aja aku jawab " belum punya pacar mas, gada yang mau..cariin dunk mas..."
" lok mas gimana..?"
fa'i " sama. sempet mau serius tapi gagal.."
dan dalam canda - canda itu mas fa'i bilang, " gimana misal sama mas aja...?" di susul ketawa...
aku yakin mas fa'i cuma becanda, setelah itu mas fa'i bersama temennya pulang kerena waktu dah sore...
" ea din, nomor hp mu berapa sekarang?? kali tar mas mau telpon.." tanya mas fa'i sebelum beranjak
dan dia pulang setelah aku kasih nomor hp ku yang baru..
malam ke 2 setelah kunjungannya itu, ada telpon dari mas fa'i disaat aku sedang tiduran enak di kamar. aku matiin suara musik lalu aku angkat telponnya..
" din, besok da acara ndak?? mau gak mas ajak jalan2?"
nda tau kenapa aku langsung meng iyakan ajakan itu..
dan beneran mas fa'i datang menjemputku untuk pergi jalan. setelah bermaitan ma ibu kita langsung berangkat ketaman. tempat biasanya para pasangan memadu kasih..
disini mas fa'i mengulang kembali ajkannya untuk mengajak aku balikan seperti yang dulu pernah kita jalani..
dan kali ini mas fa'i bener - bener serius..
dikasihnya aku waktu 3 hari dan di hari ketiga itu mas fa'i kembali datang kerumah. dia mengajak kau kesuatu rumah yang aku juga belum pernah datangi. rumah yang sangat sederhana dengan keluarga yang sedehana.
" din, kenalin ini ibuku, bpakku, kakakku.." katanya...
sumpah kaget bener -bemer kaget aku dibuatnya..
sternyata itu rumah keluarganya..dan surprise juga...
disitu mas fa'i meminta jawabanku. "seperti inilah kondisi keluargaku, aku mengajakmu kemari karena aku pengen kamu tau seperti apa kondisiku..."
" sekarang semua terserah padamu, aku begini adanya, dan satu lagi, aku pengen serius menjalin hubungan. tidak hanya sekedar maen - maen pa lagi senang - senang.."
" kalo kamu mau menerimaku, aku berharap kamu juga mau menerima keadaanku seperti ini, dan kalaupun kamu tak menerimaku aku akan bisa mengerti.."
kayak lagunya ARMADA " jangan ada dusta di antara kita...."
weeeeessssss so sweet banget...
semua terserah padamu, aku begini adanya..
ku hormati keputusannmu...
apapun yang akan kau katakan....
jujur aja aku salut ma cara nembak mas fa'i, aku yakin ia serius ma aku...
sempet berpikir juga akhirnya aku jawab " iya, aku mau jadi pacar mas...."
cuit - cuit.....
ada yang jadian tu...
tapi jangan pada nagih makan - makan ya.....
nagihnya nanti aja lok dah sampai pelaminan. makan - makan dech tu sepuasnya....
heeee
sorenya aku diantar pulang, dan sampai rumah aku bener - bener dibuat bingung..
apa yang barusan terjadi???
bagaimana ini???
pikirku dalam hati. aku tak tau harus senang atokah susah..???
saat ini kita berada mdalam satu wilayah, aku masih kuliah dan mas fa'i juga ru aja ngelanjutin studinya setelah sempet mangkir kelar dari D1 nya..
kampus kita juga nda terlalu jauh..
jadi mulai aneh berasa kalo tiap hari harus ketemu...
sumpah ini dilema buat aku..
aku takut kalok nantinya mas fa'i ngecewqin aku, dan aku juga takut lok nantinya aku nda bisa jadi yang seperti mas fa'i inginkan.
berkali - kali mas fa'i sms, tapi tak kunjung juga aku balas sms nya. dia telpon tapi tak juga aku tangapin telponnya..
dengan berjuta alasan aku coba berikan, dan dengan bersabar mas fa'i menerima semua alasan itu..
3 bulan kita jalan mas fa'i mulai berontak dengan hubungan ini. mas fa'i mulai merasa jenuh dengan segala kepura - puraan ku...
dan sampai suatu malam...
mas fa'i datang menemuiku. sepertinya dia bener - bener marah dengan sikapku...
pikirku inilah kesempatan untuk aku memutuskan hubunganini, tap entah kenapa melihat wajahnya perasaan itu luluh..
aku tek tega kalo harus memutuskannya.
mas fa'i tak pernah salah ma aku, dia begitu perhatia ma aku..
perhatian yang selama ini belum pernah aku dapatkan dari mantan - mantanku dulu..
aku berjanji ma diriku sendiri aku akan berubah untuk mas fa'i. mas begitu sabar menghadapiku...
aku berharap semoga rasa cinta yang sebenarnya akan muncul bersama perjalanan waktu.
aku berharap pepatah jawa yang bilang witing tresno jalaran soko kulino itu bener - bener menghampiriku...
" mas berharap adek mau tebuka ma mas. bilang aja terus terang kalo mas ngrasa membuat adek nda meraasa nyaman.." kata - kata itu yang selalu mas fa'i katakan..
kalopun aku meng iyakannya tapi tetep aja aku tak bisa terbuka bersikap dengannya.
aku melihat cinta mas fa'i begitu tulus denganku..
cuma aku yang masih lum bisa bener - benerr menerimanya..
sesaat setelah mas fa'i marah aku memang paksakan diriku untuk berubah..
aku paksakan untuk membalas smsnya, mengangkat telponnya, tapi itupun cuma berjalan beberapa hari saja.
sungguh aku merasa tersiksa dengan kondisi itu. kenapa cinta tak juga datang padaku, cinta yang sebenarnya ingin aku bagi dengannya..
mas fa'i maafin diana....
aku coba untuk ceerita tentang kisahku ini kepada temen - temen, mereka semua tidak satupun yang membenarkan tindakanku. semua menyalahkan aku...
tapi mau gimana lagi. satu sisi aku tak bisa melepasnya, satu sisi cintaku tak bener tulus padanya..
lalu apa yang sebenernya aku rasakan.
aku mulai bimbang, bingung.....
ini hari ultahku, berharap datang cinta sejati padaku...
sungguh aku tak sangka, mas fa'i memberikanku surprise party buatku. dengan membawa kue ultah berhiaskan angka jadiku dia datang kerumah tanpa aku tau...
happy birth day to you......nyanyian itu ia alunkan untukku. bener - bener istimewa.tak pernah aku dapatkan ini sebelumnya..
suasana serentak ramai dengan lempar - lemparan kue halnya senetron di tv - tv..
sungguh aku merasa tersanjung..
ya allah.....
semoga ini jawaban dari semua doaku...itu do'aku..
setelah itu hatiku mulai sedikit terbuka untuk bisa memberikan cinta ini pada mas fa'i..
aku mencoba untuk meyakini kalo inilah jodohku...
akhirnya jian akhir datang. sebentar aku lupakan urusan asmara. mengorbankan mas fa'i demi ujianku.
" adek belajar, semangat ya....
mas akan mendoakan adek dari sini..
dan mas juga tidak akan mengganggu adek selama ujian ini..
tapi adek harus janji, adek harus bisa,,,"
" mas tunggu sampai adek menghubungi mas ya...."
itu pesen-nya sebelum kita bener - bener putus berhubungan untuk sementara...
entah kenapa disaat - saat mas fa'i tidak lai menghubungiku aku merasa lega....
ada apa ini....
ujian selesai aku tidak juga menghubungi mas fa'i, dan mas fa'ipun tidak menghubungi aku, karena ia udah berjanji untuk tidak menghubungi aku sampai ujianku selesai. dan aku menghubunginya lagi...
entahlah, mas fa'i dikit dikit mulai terlupakan olehku..
beberapa hari kemudian ada telpon dari rumah aku harus pulang. tanpaaku memberi tau mas fa'i aku pulang dan ternyata di rumah ada seorang laki - laki yang hmmmmmmmmmmmm
sepintas sosok sempurna.
dia seorang pegawai negri sipil. aku di kenalkan oleh kakakku. namanya khotib. kakakku bermaksud menjodohkannya denganku...
" kring......................"telponku berbunyi. mas fa'i telpon...
mungkin dia ngerasa atau gmna..
aku angkat telponnya lirih karena disitu ada mas khotib.
" addek gmn ujiannya????, udah selesai lum? kok lama banget??"tanyanya..
" udah kok mas...udah selesai dari kemarin." jawabku.
" adek lupa, kok g hub mas....katanya kalo dah selesai mw hub mas...? mas kangen ma adek..." dia menegurku...
" aduh mas...adek juga nunggu telpon mas, adek takut ganggu kerjaan mas, makane adek g hubungi mas..." sedikit agak konyol aku beralasan ma mas fa'i..
aku baru sadar akan adanya mas fa'i yang sudah hadir dalam hidupku...
kakakku terus mendesakku, aku jadi semakin bingung...
aku harus pilih yang mana...
sekembalinya aku kesemarang, mas fa'i mengajakku makan malam, disitu mas fa'i nanya macem - macem seolah dia udah tau segalanya..
akhirnya aku ceritakan semua yang sebenarnya terjadi...
aku liat mas fa'i menangis. air matanya mulai membanjiri pipinya..
sungguh pemandangan yang membuatku pilu...
aku tak mau membuatnya menangis.....
karena selama ini mas fa'i selalu membuatku tersenyum......
aku telah berdosa padanya.......
di ujung pertemuan itu mas fa'i sempet berucap mencoba mengingatkanku akan kata - kata sebelum kita jadian dulu...
" aku sudah katakan, aku begini keadaanya, kalo mau terima ga apa, kalo mau tolak mas akan terima...
tapi kenapa setelah hampir setahun berjalan kamu berubah hanya karena status sosial....???"
air mata mas fa'i terus aja mengalir, dan itu juga membuatku ikut menangis.
aku memeluk erat mas fa'i....
" maafkan aku mas fa'i........
aku yang salah....."
hanya itu yang dapat aku katakan..
" baiklah, kamu boleh memilih...
pilihlah mana yang terbaik buatmu. mas akan mencoba untuk tabah. ini emang udah jalannya mas....."
setelahnya itu dia pergi......
maafkan aku mas fa'i........
( dudu rojo )
Post

4 komentar:
wah urung2 wes bersambung ki opo......hahahaha
harus sabar tunggu kelanjutannya....
kisah masih berjalan...
Dimaafkan...
duh sungguh mengharukan. . .. . .
:(
Posting Komentar